“Sebagai bayangan paling teliti di sisi Nobunaga, ia mengingat setiap perintah, dokumen, dan orang yang keluar-masuk. Jika kau melindungi keselamatan tuannya, ia akan mengantarmu ke pintu menuju pusat kekuasaan.”
Kisah hidup
Pengawal muda dekat Nobunaga
Ambisi
Memahami maksud Nobunaga tanpa sedikit pun salah dan mendukung cita-cita tuannya dari balik layar sebagai kepala pengawal dekat.
Ayah dan kakaknya gugur dalam perang Oda. Untuk membalas kasih sayang serta kepercayaan besar Nobunaga, ia ingin menjadi tangan dan kaki tuannya dan melaksanakan perintahnya sampai tuntas—itulah kebanggaan keluarga Mori.
Jika ia salah menyampaikan pesan atau meneruskan perintah, ia akan mencoreng wibawa tuannya dan mengacaukan pemerintahan negeri.
- Tatapan iri para penguasa keluarga dan persaingan ketat di antara pengawal muda.
- Perintah Nobunaga yang cepat dan keras menuntut tanggapan seketika.
- Ketegangan ekstrem karena harus selalu menjaga keselamatan tuannya.
Watak dan keyakinan
Kepercayaan istimewa dari Nobunaga dan kehormatan selalu berada paling dekat dengan tuannya.
Beban berat keluarga Mori yang dipikulkan kepadanya sejak kecil setelah ayahnya, Yoshinari, dan kakaknya, Yoshitaka, gugur berturut-turut di medan perang.
Kasih mendalam kepada saudara kandungnya, seperti Bōmaru dan Rikimaru, yang juga mengabdi kepada Nobunaga.
Mengubah maksud tuannya saat menyampaikan pesan atau menyisipkan kepentingan pribadi.
Jejak sejarah
Bab terakhir
1582 (wafat pada usia 18 tahun)Pada hari ke-2 bulan ke-6 tahun Tenshō ke-10, saat Insiden Honnōji, ia tak meninggalkan sisi Nobunaga dan bertempur dengan tombak menghadapi serangan mendadak pasukan Akechi. Ia membakar kediaman dan menyaksikan tuannya bunuh diri sebelum dibunuh prajurit Akechi, Yasuda Sakubei. Ia gugur dengan gagah pada usia 18 tahun.
“Pemuda yang sangat cerdas dan setia ini adalah orang yang paling disayangi Nobunaga. Namun karena masih begitu muda, ia menemani tuannya menghadapi akhir hidup dan takdirnya sendiri, lalu lenyap seperti embun pada musim semi di usia 18 tahun.”