“Bukti persekutuan yang dinikahkan kepada Nobunaga pada usia sembilan tahun. Ia hidup lebih dari lima puluh tahun menanggung surat pengaduan yang menyebabkan suami dan ibu mertuanya tewas. Jika kau memahami keadaan terjepit itu dan tak menyalahkannya atas kematian Nobuyasu, ia akan menceritakan penyesalan dan rasa sakit terdalamnya.”
Kisah hidup
Putri sulung Nobunaga
Ambisi
Pertahankan martabat sebagai putri Oda dan bangun kedudukan yang teguh di keluarga suaminya di Kastel Okazaki tanpa terasing.
Demi ayahnya Nobunaga, ia dinikahkan ke Mikawa pada usia sembilan tahun. Ibu mertuanya Tsukiyama berasal dari Imagawa dan memusuhinya, sementara Nobuyasu makin kasar. Ia berani menghadapi keadaan demi melindungi kedua putrinya.
Jika ia terasing dan terdesak di keluarga suami, persekutuan Oda-Tokugawa akan retak dan dirinya serta putri-putrinya terancam.
- Perselisihan asal-usul yang tak terjembatani dengan ibu mertua Tsukiyama (Oda melawan Imagawa)
- Sifat Nobuyasu yang cepat marah dan kasar serta dugaan hubungan rahasianya dengan Takeda
- Tragedi tak terduga akibat surat pengaduan dua belas pasal yang ia kirim kepada ayahnya Nobunaga
Watak dan keyakinan
Ketajaman pengamatan dari ayahnya Nobunaga serta dua putri tercinta, Tokuhime dan Kumahime.
Beban seumur hidup karena suratnya kepada ayah memicu Nobuyasu bunuh diri dan Tsukiyama dihukum mati.
Kebahagiaan kedua putrinya dan penyesalan yang tak berkesudahan atas arwah Nobuyasu.
Mematikan harga dirinya sendiri dan diam menerima perlakuan tak adil.
Jejak sejarah
Bab terakhir
1636 (wafat pada usia 78 tahun)Setelah Insiden Nobuyasu, ia kembali ke Oda, menjadi biarawati bernama Kenshoin, dan kehilangan ayahnya dalam Insiden Honnoji. Ia hidup melewati Sekigahara dan Pengepungan Osaka hingga masa Iemitsu, shogun ketiga Tokugawa. Ia wafat di Kyoto pada 3 Maret tahun Kan’ei 13. Usianya 78 tahun.
Surat yang ia kirim kepada ayahnya sekadar keluhan rumah tangga berubah menjadi perintah kematian yang merenggut suami dan ibu mertuanya akibat logika kejam zaman Sengoku. Sisa hidupnya selama 78 tahun dihabiskan menanggung berat surat itu dalam doa.